Tentang Pancasila: Jangan Hanya Simbolis Saja, Tanpa Penerapan Apa Jadinya?

Hari ini, 1 juni diperingati sebagai hari lahirnya PANCASILA. Panca berarti lima, Sila berarti prinsip ataupun asas yang tertuang dalam poin sila pertama hingga sila ke lima. Lalu, peringatan hari lahirnya pancasila hanya simbolis saja tanpa dibarengi dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari apa jadinya?.

Hari ini, banyak yang mengadakan Upacara bendera (apel pagi) di kantor-kantor instansi pemerintahan dan swasta untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Langkah tersebut sangat baik dilakukan, namun sesungguhnya sanggup kah kita semua, siapapun itu untuk menerapkan, memaknai, mempraktekkan sila demi sila dalam tatanan kehidupan sehari-hari di masyarakat berbangsa dan bernegara, bagi semua ?.

Sila demi sila dari Pancasila yang menjadi azas begitu kuat diciptakan oleh bapak Pendiri Bangsa Ir. Soekarno untuk bangsa Indonesia tercinta ini, lebih khusus dalam upaya memajukan bangsa dengan semangat Pancasila itu sendiri bagi semua secara bersama pula.

Hadirnya Pancasila senagai penanda sekaligus pengingat bagi kita semua tentang betapa dalamnya arti dari sila demi sila (sila pertama hingga kelima). Sila Pertama (1), Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila Kedua (2), Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila Ketiga (3), Persatuan Indonesia. Sila Keempat (4), Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sila Kelima (5), Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dari sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan sebagai Maha segala, Maha Agung, Maha besar acap kali dinodai dengan berbagai penistaan dengan ditandai dengan munculnya dokma-dokma baru yang terkadang juga meresahkan. Memang, wujud Kepercayaan adalah kebebasan. Akan tetapi, acap kali sumbu-sumbu kemunculan tersebut cenderung menyulut hal baru.

Baca Juga :   Wow ! Oleh-Oleh Dari Jokowi Dari APEC Investasi 300 Trilliun

Sila ke dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Masih banyak kah yang adil dan beradab di negeri ini?. Jika di kata, masih ada. Tetapi, masih banyak kah?. Dari tahun ke tahun, kita di suguhkan dengan berbagai tragedi kemanusia hingga saat ini. Contoh nyata kasus, tindakan kejahatan kemanusian seperti pemerkosaan yang boleh dikata tidak berprikemanusiaan lagi, Korupsi dan perampasan hak-hak masyarakat akar rumput masih saja terjadi. Yang lebih parah lagi adalah masih belum terungkapnya pelaku dari banyak tragedi kemanusiaan. Dan mungkin masih ada atau banyak lagi kasus-kasus lainnya yang menyangkut kemanusiaan yang adil dan beradab.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai nusantara memang itu yang sejatinya harus terjadi. Namun, gesekan-gesekan horisontal dan tindakan radikal terkadang muncul, hal ini yang terkadang menjadi persoalan baru dalam keutuhan NKRI.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Rakyak dipimpin oleh wakil-wakilnya di parlemen, namun kepercayaan yang diberikan oleh rakyak kepada wakilnya cenderung disalahgunanakan oleh oknum-onum wakil rakyat untuk mempertontonkan tindakan-tindakan kontroversial. Lihat aksi oknum wakil rakyat yang secara sengaja merampas hak-hak akar rumput dan berbagai kasus-kasus lainnya. Apakah ini menjadi tanda kebijaksanaan menjadi dipertanyakan?.

Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Isi sila kelima begitu banyak yang menyatakan kejujuran sesungguhnya tentang keadilan bagi seluruhh rakyat Indonesia sesungguhnya belumlah sepenuhnya adil bagi. Tengok saja dari Sabang hingga Merauke sampai saat ini masih belum sepenuhnya merata dibangun secara sosialnya, ekonominya, pendidikan, kesehatan dan lingkungannya. Tidak untuk mengoreksi, tetapi ini nyata dan fakta bahwa pembangunan masih tersentral di pusat dan belum menyeluruh.

5

Kesimpulan

Hadirnya Pancasila senagai penanda sekaligus pengingat bagi kita semua tentang betapa dalamnya arti dari sila demi sila (sila pertama hingga kelima). Selamat hari lahirnya PANCASILA, Semoga saja semua harap dapat terwujud dan dapat diterapkan dari semua sila untuk kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh rakyat Indonesia yang lebih baik lagi

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: